Purchasing Code

Selasa, 04 Juli 2017

Masjid Cheng Hoo, Destinasi Para Wisatawan Purbalingga

Masjid Cheng Hoo, Destinasi Para Wisatawan Purbalingga
Sejumlah mobil pribadi tampak di halaman masjid nan luas. Mereka adalah para pemudik yang hendak balik ke Jakarta atau kota besar lain, seperti Bandung dalam masa akhir arus balik lebaran 2017 ini. Sementara, beberapa pengunjung tampak beristirahat di pelataran masjid berarsitektur campuran Arab-China tersebut.
Ini lah masjid Muhammad Cheng Hoo, sebuah masjid yang kental dengan ornamen tiongkok. Masjid yang dikelola oleh multi etnis, terutama yang tergabung dalam Persatuan Islam Tionghooa Indonesia (PITI). Masjid ini terletak di Desa Salanggaeng Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, di ruas utama mudik 2017.

Ketua DPD PITI Purbalingga Herry Susetyo mengatakan menjelang lebaran Idul Fitri 1348 Hijriah lalu, pihaknya secara khusus mendirikan rest area atau tempat beristirahat bagi para pemudik. Selain sebagai tempat istirahat yang nyaman, juga tersedia berbagai kuliner. Rest Area yang dibangun menjelang Idul Fitri 1438 Hijriyah itu menurut dia sangat membantu para pemudik dan wisatawan untuk sekedar melepas lelah setelah melakukan perjalanan, pada masa mudik dan balik lebaran 2017 ini.

"Kami ingin memanjakan para pemudik yang mungkin karena perjalanannya jauh dan ingin bersitirahat sejenak, bisa langsung mampir ke rest area. Ada petugas yang standby di tempat untuk bisa melayani para pemudik dari manapun berasal," terang Herry, Senin (3/7).

Dia menuturkan, bangunan yang berdiri sejak 2011 itu telah berdiri kokoh sebagai tempat ibadah kaum muslimin. Pembangunan masjid sebenarnya dimulai tahun 2005 tapi baru selesai di tahun 2011 lalu. Pembangunan dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan dana.

“Tahun 2011 baru selesai dibangun dan dapat digunakan sebagai tempat ibadah untuk masyarakat umum hingga sekarang,” jelas dia.

Dia menjelaskan, bentuk Masjid Cheng Hoo Purbalingga mengadopsi bentuk Masjid Cheng Ho Surabaya. Namun, ada sejumlah modifikasi di dalamnya. Bila di Surabaya, Masjid Cheng Hoo berbentuk segi empat, di Purbalingga berbentuk hexagonal atau segi delapan. Keberadaan rest area diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Purbalingga.

Menurut dia, banyak para pemudik dan wisatawan religi yang sengaja datang untuk menjalankan ibadah dan menikmati keindahan Masjid Jami' Muhammad Cheng Hoo. Bangunan masjid itu dilengkapi atap empat tingkat serta sejumlah lampion berwarna merah di depannya. Sehingga, bentuknya menyerupai sebuah klenteng.

Sementara, Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM mengatakan Masjid Cheng Hoo selain sebagai tempat ibadah dan salah satu obyek wisata religi di Purbalingga. Dengan didukung rest area seperti ini, para pengunjung tidak saja hanya sekedar mampir. Namun, wisatawan juga bisa menikmati berbagai kuliner yang tersedia dengan area parkir yang cukup luas, sehingga pengunjung merasa lebih nyaman.

“Rest area ini yang dilengkapi dengan kios kios kuliner, ke depan dapat di bangun secara permanen, sehingga tampak lebih menarik dan memberi rasa nyaman bagi para pengunjungnya,” ujar Tasdi.
Sumber : https://goo.gl/gyW8aQ
Posting Komentar