Tampilkan postingan dengan label Desa Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

Kampung Tradisional Adat Pulo

Sudah sering sekali saya rasanya meriview tentang Hotel dan Penginapan Murah di Garut. Untuk itu, pembahasan kali ini saya akan mencoba mereview tentang Kampung Tradisional Adat Pulo yang masih termasuk kedalam desa wisata di daerah Garut Jawa - Barat. Semoga informasi saya kali ini akan membatu anda dalam menemukan informasi yang anda butuhkan saat anda akan berwisata ke beberapa Tempat Wisata, Khususnya Tempat Wisata di Garut.

Keindahan kota Garut memang tak pernah ada habisnya, di kota Garut ini banyak sekali tempat-tempat wisata menarik yang memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Mulai dari keindahan pantainya, keindahan pegununganya, keindahan Objek Wisata nya serta beberapa keindahan desa wisatanya, yang sekarang ini sudah mulai dikembangakan oleh pemerintah. Oleh karena itu, jika anda berlibur ke beberapa tempat wisata di Garut seperti Gunung Papandayan Garut, Pantai Santolo Garut, Pantai Rancabuaya Garut, atau wisata ke Kampung Sampireun Garut dengan membawa rombongan untuk melaksanakan Outing sambil berwisata di Salah satu Hotel Terbaik di Garut itu akan membuat anda fress kembali setelah beberapa hari menikmati udara segar dan asrinya kota Garut. 






Selain beberapa objek wisata di atas, Garut juga masih memiliki desa wisata yang layak untuk anda nikmati karena dekat dengan desa wisata ini terdapat Candi Cangkuang Garut, yang belakangan ini menjadi tempat wisata yang paling populer di Garut. Desa wisata itu bernama Kampung Rumah Tradisional Adat Pulo.

Kampung pulo ini adalah suatu perkampungan yang terletak di dalam pulao ditengah kawasan Situ Cangkuang, Kampung Pulo ini terletak di desa Cangkuang, Kampung Cikanjar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Dimana menurut beberapa cerita masyarakat dari desa itu sendiri menyatakan bahwa dulunya mayoritas dari masyarakat Kampung Pulo ini beragama Hindhu. Embah Dalem Arief Muhamad salah seorang prajurit mataram yang sangat berjasa dalam penyebaran agama islam kalah dalam perang dan tinggal di kampung ini hingga menyebarkan agama islam disini hingga wafat. Beliau meninggalkan 6 anak wanita dan satu pria, oleh karena itu, kampung pulo terdapat 6 buah rumah adat yang berjajar dan saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan ditambah dengan sebuah mesjid.






Jumlah rumah ini tidak boleh di kurangi dan ditambah dan yang tinggal di rumah tersebut tidka boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Jika seorang yang beranjak dewasa kemudian menikah, maka paling lambat 2 minggu setelah itu harus meninggalkan rumah dan harus keluar dari lingkungan ke 6 rumah tersebut. Uniknya, walaupun semua masyarakat di kampung pulo ini beragama islam, akan tetapi mereka juga tetap melaksanakan sebagian dari ritual upacara Hindhu sebagai penghormatan terhadap leluhur mereka.

Seperti layaknya masyarakat kota Garut kebanyakan, sebagian besar penduduk di kampung adat pulo ini bermata pencaharian sebagai petani dengan tanah sendiri, dan sebagaian lagi para petani penggarap tanah milik orang lain. Para penduduk yang menempati kampung ini merupakan penduduk keturunan ke-7 dari Embah Dalem Alif Muhamad. Jika anda berwisata ke kampung adat ini, anda juga dapat langsung menikmati situ can Candi cangkuang dan dapat melihat langsung makam Embah Dalem Alif Muhamad di dekat Candi Cangkuang.

Jumat, 09 Oktober 2015

Pesona Alam Perkebunan Teh Dayeuh Manggung

Pesona Alam Perkebunan Teh Dayeuh Manggung - Salah satu daya tarik dari kota Garut adalah terdapat hamparan perkebunan teh yang menghijau dengan areal yang luas dan indah dipandang mata, Jalan-Jalan ke kota Garut Jawa Barat atau ke Kawasan Dayeuh Manggung Garut terdapat Tempat Wisata menarik yang dapat anda kunjungi, cukup banyak orang setiap harinya yang liburan ke kota Intan Garut ini untuk refreshing. 

Selain para pengunjung liburan ke beberapa tempat Wisata di Garut seperti Pemandian Cipanas Garut dan Situ Cangkuang atau Candi Cangkuang Garut, ternyata cukup banyak juga para wisatawan yang ingin melihat Pesona Alam Perkebunan Teh Dayeuh Manggung Garut yang disebut-sebut memiliki pesona alam yang cukup menawan. Perkebunan Teh Dayeuh Manggung masih berada dalam lingkup Tempat Wisata di Garut. Pemandanganya yang indah dan suasananya nyaman. Selain sebagai sebuah industri agro yang dikelola untuk memenuhi kebutuhan industri komersial perkebunan Teh Dayeuh Manggung juga di kelola untuk tujuan agro-wisata ilmiah. 





Terletak di Desa Subatan Kecamatan Cilawu berjarak 6 Km dari ibu kota kecamatan dan 15 Km dari ibu kota Kabupaten Garut, Perkebunan Teh Dayeuh memiliki pemandangan yang sangat elok dengan bukit-bukit teh yang hijau permai. Salah satu tempat Wisata di Garut ini juga di Rekomendasikan Oleh HDG Team bagi anda para wisatawan yang ingin melepas lelah dari padatnya kesibukan di kota. Kebisingan di Tempat Wisata ini cukup rendah karena lokasi pabrik yang berada di bawah perkebunan teh serta terdapatnya berbagai pohon pinus disekitar lokasi ikut melengkapi keindahan alam perkebunan teh yang berada di perbukitan puncak dayeuh manggung.

Kebanyakan para pengunjung wisatawan yang datang ke kawasan tempat ini adalah wisatawan lokal berasal dasri Garut dan Tasikmalaya. Udaranya yang bersih serta hijau nanasri, berhawa sejuk tanpa polusi dengan suasana tenang dapat membuat tubuh setiap orang yang datang dapat menikmati ketenangan saat liburan bersama keluarga ataupun kerabat. Selain itu, tak jarang wisawan asing seperti Belanda dan Jepang datang ke Kawasan ini, mengingat dalam sejarahnya tempat ini merupakan milik dari pemerintahan kedua negara tersebut. 

Namun yang kurang dari tempat ini, fasilitas akomodasi makan dan minum yang masih belum tersedia. Jadi apabila anda ingin mengunjungi kawasan ini harus diperhatikan segala sesuatunya sebelum berangkat ke tempat wisata ini. Namun anda tak usah khawatir karena di sepanjang perjalanan menuju perkebunan teh dayeuh manggung, terdapat cukup banyak rumah makan khas sunda, yang menyediakan berbagai makanan khas sunda. 

Untuk menuju ke kawasan wisata Perkebunan Teh Dayeuh Manggung anda dapat menggunakan kendaraan peribadi ataupun kendaraan umum dengan biaya naik angkot jurusan Garut-Cilawu Rp. 5.000, berhenti di Jalan masuk ke perkebunan, dilanjutkan dengan menaiki ojek dengan tarif Rp. 10.000,- dan membayar tiket masuk ke perkebunan Rp. 2. 000/ Orang. 

Rabu, 30 September 2015

Taman Satwa Cikembulan

Sebuah kebun binatang kecil yang disebut-sebut sebagai hasil dari kecerdasan dan kreatifitas masyarakat setempat yang kini menjadi salah satu Tempat Wisata di Garut yang tidak lengkap apabila tidak dikunjungi saat berkunjung ke kota Garut.  Taman Satwa Cikembulan ini beralokasi didesa Cikembulan kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Lokasinyapun tidak terlalu sulit untuk dijangkau, jaraknya hanya 2,5 KM dari jalan utama Bandung- Garut. Transportasi untuk menuju ke Tempat Wisata inipun cukup mudah, banyak alat transportasi yang melewati kawasan ini seperti Delmen dan ojeg pun siap untuk melayani anda, sampai anda berada di tempat tujuan.

Taman Satwa Cikembulan memang merupakan kota kecil, akan tetapi walupun termasuk kota kecil kawasan ini memiliki cukup banyak tempat wisata menarik yang siap untuk dijelajahi. Berbagai wahana rekreasi menarikpun  yang cukup banyak seperti : wahana naik kuda, bebek air, motor ATV, dan mobil kecilpun menjadi salah satu alasan para orang tua mengajak para anak-anaknya untuk mengunjungi kawasan ini. 



 


Mulai dari alam, pegunungan, pemandian air panas, dan masih banyak lainya yang terkenal di Garut, Taman Satwa Cikembulan pun termasuk kedalam objek wisata yang meramaikan pariwisata Garut. Lokasinya memang belum terlalu banyak diketahui orang, karena kurangnya promosi baik dari pihak swasta maupun pemerintah setempat. Sebenarnya tempat ini cukup nyaman untuk dikunjungi, karena memiliki tempat istirahat untuk menjadi tempat makan keluarga, ataupun menjadi tempat beristirahat menikmati suasana pemandangan yang cukup indah.

Tiket masuk ke Wahana Cikembulan ini cukup murah, cukup mengeluarkan uang Rp. 10.000 untuk dewasa dan Rp. 5.000 untuk anak-anak. Dengan biaya tersebut, anda sudah dapat menikmati taman satwa ini dengan udara yang masih asri khas Garut serta sejuk dan segar. Tujuan dibuatnya Taman Satwa Cikembulan ini adalah untuk mewujudkan masyarakat desa wisata secara terpadu dengan objek wisata Situ Cangkuang . Di Taman Satwa ini selain dapat melihat dan menyaksikan beberapa satwa yang terdiri dari 159 satwa dan 40 spesies, wisatawan juga dapat menikmati produk kuliner, sarana bermalam, bahkan ada tempat seperti pendopo untuk malakukan pertemuan kapasitas sampai 100 orang.





 
Sekelompok mamalia yang menghuni kawasan taman satwa ini antara lain : beruang, rusa, babi hutan. Sedangkan untuk reftilnya terdapat buaya, eves, yakni burung juga termasuk burung garuda serta kelompok primata yaitu : kera bahkan sekarang sudah didatangkan Harimau Sumatera yang melengkapi satwa yang ada di sekitar Taman Satwa Cikembulan. 

Selain itu, Taman Satwa satu-satunya di provinsi Jawa Barat ini juga memiliki koleksi dua populasi Macan Tutul jantan dan masing-masing berusia dua serta tiga tahun. Untuk melengkapi kepuasan para pengunjung, taman ini juga menyediakan sarana pemanciangan bagi para pengunjung. Jadi bagi anda yang memiliki hobi memancing, anda juga dapat melakukanya di tempat ini, sambil menikmati panorama alam serta koleksi-koleksi spesies termasuk hewan langka yang dilindungi undang-undang.